Halo! Saya Arga, seorang pemuda dari Cianjur yang berprofesi sebagai penulis. Hidup dengan Cerebral Palsy sejak lahir tentu membawa tantangan tersendiri, salah satunya dalam hal pendidikan. Selama hampir 30 tahun di Cianjur, tidak ada sekolah khusus untuk kondisi seperti saya. Beruntung, saya berkesempatan menimba ilmu di SLB-D YPAC Bandung, dan di sanalah saya mengasah kemampuan menulis, dari buku hingga lirik lagu.
Kerusakan lingkungan sering kali berujung pada bencana, dan banjir adalah salah satunya. Bagi pengguna kursi roda seperti saya, banjir sangat menghambat mobilitas sehari-hari. Bayangkan saja, genangan air di trotoar membuat banyak lubang, dan semakin banyak lubang, semakin sulit kursi roda saya bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
Menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci untuk mengatasi bencana seperti ini. Tanggung jawab ini tidak luntur karena disabilitas atau tidak, sebab bumi merawat kita semua, baik penyandang disabilitas maupun non-disabilitas, dengan setara. Keterlibatan penyandang disabilitas dalam upaya ini bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membawa tempat makan dan minum sendiri, membuang sampah pada tempatnya, dan turut serta membersihkan lingkungan sesuai kemampuan.
Saya teringat masa di SLB-D YPAC Bandung. Setelah senam pagi, kami rutin mengadakan kegiatan Jumat Bersih (Jumsih). Aktivitas ini meliputi memungut sampah di halaman sekolah hingga ruang kelas. Tentunya, siswa disabilitas dibimbing oleh guru, wali murid, dan kadang juga mahasiswa calon guru yang sedang praktik mengajar.
2. "Aksi Kecilku, Dampak Besar": Mengajak para penyandang disabilitas dan non-disabilitas untuk berbagi aksi ramah lingkungan sederhana yang mereka lakukan sehari-hari (contoh: membawa botol minum sendiri, memilah sampah, menggunakan transportasi publik). Saya akan memulai dengan mendokumentasikan kegiatan "Jumat Bersih" yang saya ikuti di SLB-D YPAC Bandung sebagai inspirasi.
3. "Suara Inklusif untuk Iklim": Mengadakan sesi live atau diskusi online dengan narasumber dari komunitas disabilitas dan pegiat lingkungan untuk membahas solusi adaptasi yang inklusif.
Melalui tagar #KursiRodaRamahIklim dan #DisabilitasUntukIklim, kampanye ini akan menggalang partisipasi, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab kita semua, tanpa memandang kondisi fisik. Tujuannya adalah menciptakan ruang diskusi yang aman dan inspiratif, membuktikan bahwa kita, dengan segala keterbatasan, juga bisa menjadi agen perubahan bagi bumi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar